Pengumuman

  • Informasi Pendaftaran PPDB Gelombang 3

    July 10,2023 |  Admin PPDB 2023  |  Pengumuman
  • Pendaftaran PPDB Gelombang 3

    June 17,2023 |  Admin PPDB 2023  |  Pengumuman
  • INFORMASI TES MINAT BAKAT GELOMBANG 2

    May 31,2023 |  Admin PPDB 2023  |  Pengumuman
  • Pendaftaran PPDB Gelombang 2

    May 12,2023 |  Admin PPDB 2023  |  Pengumuman
  • KEGIATAN ANBK SMK PUI CIKIJING 2022

    September 01,2022 |  Admin PUI  |  Pengumuman
  • Agenda Kegiatan

  • KIAT SUKSES PRA KERJA & MATERI PSIKOTES

    March 28,2024 |  Admin PUI  |  Agenda Kegiatan
  • PENELITIAN TINDAKAN KELAS

    December 04,2023 |  Admin PUI  |  Agenda Kegiatan
  • Best Practice

    December 04,2023 |  Admin PUI  |  Agenda Kegiatan
  • BEST PRACTICES

    January 25,2023 |  Admin PUI  |  Agenda Kegiatan
  • KEGIATAN ANBK SMK PUI CIKIJING

    September 01,2022 |  Admin PUI  |  Agenda Kegiatan
  • Statistik Pengunjung

      Online:1
      Hari Ini:90
      Kemarin:146
      Bulan Ini:1298
      Tahun Ini:7364
      Total:15238

      BEST PRACTICES

          Dibaca 193 kali

       

      Nama               : Jajang Purwanto

      NIM                : 201501565465

      Intansi             : SMK PUI Cikijing

       

      Laporan Hasil Best Practice

       

      1. Judul

       

      PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DENGAN MENGGUNAKAN VIDEO PEMBELAJARAN PROSES PRODUKSI BARANG DAN JASA DARI BARANG BEKAS BERDAMPAK

      MENINGKATNYA PEMBELAJARAN PESERTA DIDIK

      MATERI PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN

      KELAS XI TKR 2 SMK PUI CIKIJING

       

      1. Pendahuluan

      Sekolah menengah kejuruan SMK PUI Cikijing merupakan SMK Pusat Keunggulan SMK PK yaitu program pengembangan dengan kompetensi teknik kendaraan ringan dalam peningkatan kualitas dan kinerja, yang diperkuat melalui kemitraan dan penyelarasan dengan dunia usaha, industrI, dan dunia kerja. Pada dasarnya keterampilan yang didapat adalah hasil dari proses pembelajaran yang dilangsungkan di sekolah ataupun terjun langsung pada industri. Dunia industri memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang proses pembelajaran di Sekolah. Hal ini diperlukan sumber daya manusia yang terampil, kreatif, inovatif dan menerapkan budaya kerja. Namun pada dasarnya ssebagian guru belum terampil, belum memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK),  masih menggunakan pembelajaran konvensional dan siswa juga belum menerapkan disiplin, budaya kerja. Masih banyak siswa saat pembelajaran di kelas bermain Handphone, mengantuk, sering meminta ijin untuk keluar kelas sehingga pembelajaran dikelas tidak pokus.  

       

      1. Pembahasan

      Kegiatan siswa yang dominan dalam pembelajaran adalah mendengar, mencatat materi, serta mengerjakan latihan soal yang dijelaskan dan dituliskan oleh guru di papan tulis, siswa kurang dilibatkan dalam menemukan konsep sehingga pembelajaran menjadi monoton dan siswa kurang termotivasi untuk belajar. Aktivitas yang relevan dalam pembelajaran seperti mengemukakan pendapat, bertanya pada guru, berfikir kritis, kreatif inovatif

      Menurut Sardiman (2001) pengertian Motivasi berasal dari kata “motif” yang diartikan sebagai daya penggerak yang telah menjadi aktif, Pendapat lain juga mengatakan bahwa motivasi adalah keadaan dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan kegiatan untuk mencapai tujuan. Dengan demikian motivasi dalam proses pembelajaran sangat dibutuhkan untuk terjadinya percepatan dalam mencapai tujuan pendidikan dan pembelajaran secara khusus.

      Penulis menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) pembelajaran berbasis TPACK video, power point serta metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek menekankan pada masalah-masalah kontekstual yang mungkin dialami oleh peserta didik secara langsung, sehingga pelajaran berbasis proyek membuat siswa berfikir kritis dan mampu mengembangkan kreaktivitasnya melalui pengembangan untuk produk nyata berupa barang atau jasa. Berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Saepudin (2014:58).

      Dengan menayangkan tutorial video pembelajaran proses produksi pembuatan jam dinding barang dari barang bekas, peserta didik lebih terfokus dan terinspirasi untuk mengembangkan sebuah ide atau karya. Situasi dan kondisi peserta didik yang selalu beraktifitas dengan handphone ini difasilitasi dengan menggunakan handphon masing-masing peserta didik dalam pembelajaran untuk mencari reperensi atau tutorial tayangan video dari youtube tentang proses produksi produk barang dan jasa dari barang bekas sehinghga mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang diharapkan, sehingga pembelajaran cenderung berpusat pada peserta didik, sehingga minat motivasi dan kemampuan peserta didik yang tidak sama dapat difasilitasi dalam kegiatan pembelajaran dengan menggunakan aplikasi youtube. Maka diperlukan perencanaan pembelajaran, persiapan media pembelajaran persiapan LKPD serta asesmen yang diperlukan untuk mengelompokan peserta didik secara acak terdiri dari 5 orang  agar peserta didik yang lebih cepat paham lebih aktif lebih percaya diri lebih kreatif, inovatif, dan mempersiapkan bahan-bahan dari barang bekas dan peralatan sebagai penunjang proses produksi barang dan jasa pada pertemuan sebelumnaya. Sehingga diharapkan pada pertemuan kali ini sesuai dengan apa yang sudah direncanakan pengerjaan produk tepat waktu, ukuran produk sesusi dengan fungsi dan kegunaan, bentuk produk sesuai dengan pengujian kekuatan produk dan nilai estetika.

      Setelah kegiatan ini barulah guru membentuk peserta didik ke dalam empat kelompok kecil terdiri dari lima orang, guru memberikan LKPD berisi langkah-langkah tugas proyek proses produksi barang dan jasa dan menyampaikan instrument penilaian, peserta didik melaksanakan arahan dari guru dan melaksanakan tugas dengan diskusi kelompok, kerjasama, kreatif untuk mengerjakan tahapan proses pembuatan produk barang dan jasa dari barang bekas melalui tutorial dari youtube dan mempresentasikannya didepan kelas. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan mengapresiasi siswa serta menyampaikan rencana pembelajaran untuk pertemuan selanjutnya, asesmen formatif berbasis aplikasi google formulir dalam pengerjaan soal pilihan ganda menggunakan handphone siswa masing-masing dan terakhir ditutup dengan refleksi siswa, berdo’a serta merapihkan ruangan seperti semula.

      1. Kesimpulan

      Kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan hasil asesmen formatif melalui rubric penilaian LKPD dan rubric penilaian pengetahuan drngan soal pilihan ganda,  capaian belajar peserta didik mengalami peningkatan, sehingga dapat dikatakan kegiatan inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru berpengaruh positif pada capaian belajar peserta didik. Proses pembelajaran dalam PPL PPG Dalam jabatan ini sudah saya lakukan dengan baik dan penuh tanggung jawab bertempat di SMK PUI Cikijing. Adapun situasi yang saya hadapi selama PPL adalah keterbatasan waktu untuk menyusun media pembelajaran yang inovatif serta keterbatasan  SDM sehingga di tuntut untuk belajar kembali.

      Hal itu pula yang menjadi tantangan bagi saya dimana selama proses PPL  penyusunan dan pembuatan media pembelajaran yang sesuai dengan tujuan dan materi pembelajaran yang telah dilakukan dengan maksimal. Tantangan tersebut dapat diatasi dengan bantuan berbagai  pihak. Mulai dari kepala sekolah, rekan sejawat, guru pamong serta dosen pembimbing, sehingga menghasilkan kolaborasi pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada siswa untuk itu saya mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya.

      1. Daftar Pustaka

      Saefudin, A & Berdiati, I. (2014). Pembelajaran Efektif. Bandung: PT Remaja Roskadarya.

      Sardiman (2001) Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: Rajawali Press

      Firmansyah, Iman, Yoeningsih. dkk. 2021. Produk Kreatif dan Kewirausahaan. Bandung. PT Humaniora Utama Press.

      Setyowati Indah. Wawat Naswati. Dkk. 2017. Prakarya dan Kewirausahaan. Jakarta Kementrian dan Kebudayaan.

       

      STAR mencakup hal-hal di bawah ini

       

      Situasi:

      (1) hal –hal yang benar terjadi selama proses pembelajaran (2) membandingkan dengan apa yang akan direncanakan dalam RPP (3) Menyimpulkan aya yang telah berhasil dan dengan yang belum berhasil..

      Kondisi yang menjadi latar belakang masalah:

       1. Siswa  bermain handphon pada saat pembelajaran

      2. Guru belum menerapkan teknologi informasi dan komunikasi TIK serta mengarahkan penggunaan handphone dalam pembelajaran

      3. Pembelajaran masih berpusat pada guru

       

      Mengapa praktik ini penting untuk dibagikan?

      1. Menjadi motivasi dan solusi bagi penulis, serta referensi bagi orang lain

      2. Memberikan dampak positif dan perubahan pada kegiatan pembelajaran terutama bagi saya sendiri

      3. Mengetahui kebiasaan belajar siswa pada saat ini

       

      Apa yang menjadi peran dan tanggung jawab saya dalam praktik ini:

      Sebagai seorang guru tentunya harus bertanggungjawab untuk melakukan kegiatan pembelajaran secara efektif didalam maupun di luar kelas. Sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan optimal, untuk mewujudkan hal tersebut saya akan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning (PjBl) yang tepat sesuai dengan materi proses produksi barang dan jasa, kreatif, inovatif dan pembelajaran berpusat pada peserta didik.

       

      Tantangan:

      apa saja yang menjadi tantangan yang di hadapi guru? siapa saja yang terlibat.

      Tantangan untuk mencapai tujuan tersebut:

      1. Membuat dan menggunakan media pembelajaran yang menarik, kreatif dan inovatif seperti powerpoint

      2. Membutuhkan waktu untuk mempersiapkan terkait sarana dan media seperti video pembelajaran, power point, infokus dan peralatan lainnya

      3. Peserta didik kurang percaya diri dalam mempresentasikan  langkah-langkah proses produksi pembuatan produk barang dan jasa dari barang bekas sehingga mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi.

       

      Pihak yang terlibat dalam mencapai tujuan:

      1. Guru

      2. Peserta didik

      3. Rekan sejawat

      4. Wali murid

      Aksi:

      Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut?, strategi apa yang digunakan, bagaimana prosesnya, apa saja sumber daya/materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi tersebut

      Langkah untuk menghadapi tantangan tersebut:

      1. Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada siswa

      2. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai materi

      3. Melaksanakan pembelajaran sesuai sintaks model pembelajaran yang telah dirancang

      4. Membuat media pembelajaran yang interaktif

      5. Menumbuhkan motivasi dan penghargaan bagi siswa.

       

      Strategi yang digunakan untuk menghadapi tantangan:

      1. Menggunakan model pembelajaran PjBL agar siswa ahli dapat tersebar dalam sebuah kelompok dan mengajarkan kepada teman yang lainnya

      2. membuat powerpoint dan memilih video youtube yang paling relepan dengan materi

      3. melakukan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan berpusat pada siswa, dengan memberikan pertanyaan pemantik kepada siswa

      4. membuat LKPD yang mengasah siswa untuk bekerja sambil memahami materi

       

      Proses dalam menghadapi tantangan tersebut:

      1. Memehami betul mengenai simtaks model pembalajaran dan disesuaikan dengan indikator serta tujuan pembalajaran

      2. Melakukan bimbingan saat mengerjakan LKPD

      3. Melakukan evaluasi dan refleksi pada akhir pembelajaran

       

      Pihak yang terlibat :

      1. Guru sebagai pasilitator

      2. Peserta didik sebagai dubjek selama proses pembelajaran

      3. Dosen dan guru pamong

      4. Rekan sejawat

       

      Sumberdaya dalam menerapkan strategi:

      1. Melakukan koordinasi dengan kepala sekolah, wakakurikulum dan rekan sejawat

      2. Buku penunjang pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan, artikel, video, dan sumber lain yang relepan

      Refleksi:

      Bagaimana dampak dari aksi terhadap langkah-langkah yang dilakukan? apakah hasilnya efektif/tidak, mengapa dan bagaimana respon siswa terkait strategi yang dilakukan, apa yang menjadi faktor keberhasilan/ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan.

      Dampak yang dapat diambil berdasarkan hasil asesmen formatif melalui rubric penilaian LKPD dan rubric penilaian pengetahuan drngan soal pilihan ganda,  capaian belajar peserta didik mengalami peningkatan, sehingga dapat dikatakan kegiatan inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh guru berpengaruh positif pada capaian belajar peserta didik.

      Hasilnya sangat efektif dari penerapan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL) melalui proyek pembuatan produk dari barang bekas, dari proses pengamatan siswa lebih antusias dalam mengerjakan proyek, kerjasama, berpikir kritis, kreatif, inovatif dan infiratif dalam mengembangkan sebuah ide.

      Berdasarkan proses pembelajaran yang telah saya lakukan dikelas dengan model pembelajatan PjBL atau pembelajaran berbasis proyek pada materi Produk kreatif dan kewirausahaan, berikut hal yang menjadi refleksi bagi saya.

      1. Penggunaan media pembelajaran berbasis TPACK  video tutorial membuat jam dinding dari cakram sepeda motor yang sudah tidak terpakai, peserta didik mudah memahami materi proses produksi barang dan jasa dari barang bekas yang mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi, ini terbukti dari hasil evaluasi di akhir pembelajaran

      2. Media powerpoint yang saya buat belum interaktif dan menarik, cenderung membosankan sehingga perlu penjelasan ulang oleh guru

      3. Peserta didik lebih aktif dan bekerjasama dalam mengerjakan sebuah produk dari barang bekas sehingga mempunyai nilai ekonomis yang lebih tinggi

      4. Peserta didik lebih antusias dalam mengembangkan ide kreatif, inovatif dalam mengerjakan sebuah proyek

      5. Peserta didik bisa menggunakan handphone sebagai media pembelajaran dan memanfaatkan saran internet mencari tutorial proses produksi barang/jasa dari barang bekas.

       

       

      MITRA

      whatsapp